Minggu, 15 Januari 2012

puisi


Termometer cinta


Ya allah…………
Ini  aku yang lemah
Membawa ku tersandang pada fadilah cinta
Aku yang terbang bersama dengan hembusan takdirmu………….
Hingga aku terhempas pada
Angan dan hamparan bisu
Aku ingin luruh di ucap
Mencintaimu pada yang hakiki
Aku sad                ari
Hanya kau yang mampu mengukur tinggi rendahnya
Suhu cinta ku untukmu
Seperti halnya termometer cinta
Yang kau berikan rasa untuk ku
Kuingin luruh di ucap
Pada hamparan bisu hingga terdengar sayup-sayup
Bahwa engkaulah energi dari cintaku


Oleh sipit tantiana
Prodi:agroekoteknologi
Fakultas pertanian universitas jambi


1 komentar:

  1. ayo temand2 kita berkreasi ini adalah salah satu kreasi adq q,,,

    BalasHapus